Indie

Independent (adj)

(1) : not requiring or relying on something else (2) : not looking to others for one’s opinions or for guidance in conduct

Saya baru menyadarinya akhir-akhir ini.

Indie bukan tentang berusaha menjadi unik, menjadi berbeda, bertolak belakang dengan mainstream, dan berusaha untuk tidak pasaran. Mendengarkan musik Irlandia tidak membuat Anda menjadi seorang yang independen. Mengenakan baju dari clothing line lokal tidak membuat Anda menjadi seorang yang unik. Menonton film dengan plot aneh berbudget rendah tidak menunjukkan keunikan apapun. Pun, menjadi berbeda dari orang lain, dalam case apapun, tidak serta merta membuat Anda berjiwa independen.

Bagi saya menjadi independen adalah menjadi diri sendiri. Melakukan sesuatu karena kita punya reasoning yang kuat bukan karena dipaksakan. Indie tidak selalu bertentangan dengan arus, membenci keseragaman, dan memandang rendah mereka yang berkomunitas.

Satu nilai yang seseorang tanamkan pada saya: “We do things based on reasoning. Do not ever do something just because others do so. Keep asking why until you find the core reason of doing what you’re doing.” Seorang independen adalah seorang yang mengetahui “the why”.

Bahkan ketika Anda mengenakan tas Longchamp tiruan seharga seratus lima puluh ribu, cardigan ZARA sejuta umat, mendengarkan musik yang diputar di stasiun tv, dan merupakan seorang pencinta berat Harry Potter, tak masalah jika Anda memiliki alasan untuk melakukannya. You wear that cardigan because it matches your style.

Independen ada di dalam diri kita. Dan orang lain tak perlu tahu. Bergaya unik bukan untuk dipaksakan. Bukan untuk mendapatkan pengakuan orang. Tak perlu juga beramah-tamah dengan orang lain jika itu tidak sesuai dengan kepribadian kita. Untuk apa memaksakan diri hanya demi sejumput penghormatan orang lain? Ah, dalam kasus ini berarti independensi kepribadian.

Melihat kata ‘independen’ dalam sudut pandang baru ini membawa saya ke dalam cakupan perspektif yang lebih luas. Dengan memahami bahwa setiap insan memiliki caranya sendiri dalam menghadapi sesuatu membuat saya tidak lagi judgemental. Siapa saya berhak menilai orang? Setiap orang punya cara dan taste yang berbeda. Dan setiap orang berhak mempresentasikan dirinya ke masyarakat dengan bentuk apapun. Menghakimi orang berarti mengingkari independensi itu sendiri- dan tidakkah sungguh menyedihkan kita jika hidup di dalam masyarakat yang begitu skeptis?

Kalau kau tak sanggup menjadi beringin yang  tegak di puncak bukit

Jadilah saja belukan

Tapi belukan terbaik yang tumbuh di tepi  danau

Kalau kau tak sanggup menjadi belukan

Jadilah saja rumput

Tapi rumput yang memperkuat tanggul  pinggiran jalan

Tidak semua jadi kapten

Tentu harus ada awak kapalnya

Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan  tinggi rendahnya nilai dirimu

Jadilah saja dirimu, sebaik-baiknya dirimu  sendiri

(Soe Hok Gie)

P.S. Maaf, saya tahu tulisan saya sungguh tidak terstruktur dan melompat-lompat. Tulisan kali ini lebih mirip sebuah racauan tengah malam yang tidak jelas. Suatu saat mungkin akan saya edit, ganti sana-sini. Intinya, terima kasih telah membaca post saya.

Advertisement

One thought on “Indie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s